Efisiensi Operasi Migas Melalui Maintenance Mobile RIG PT Pertamina EP Field Prabumulih
Program Magang Industri di PT Pertamina EP Field Prabumulih
Mahasiswa Teknik Mesin UNESA Terapkan Manajemen Perawatan Rig Migas di PT Pertamina Hulu RokanPrabumulih — Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Raihan Dhafin Azis (kelas TM A 2023), melaksanakan kegiatan magang industri di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Prabumulih Field sebagai bagian dari program Mobilitas Akademik. Kegiatan magang ini berfokus pada studi teknis implementasi maintenance management pada unit Mobile Rig H 35 KD melalui pendekatan preventive dan corrective maintenance.
Peran Divisi RAM
dalam Pemeliharaan Mobile RIG
Selama masa magang, Raihan terlibat langsung dalam aktivitas pemeliharaan peralatan migas di bawah Divisi Reliability Availability Maintenance (RAM). Mobile Rig H 35 KD merupakan aset strategis yang digunakan dalam kegiatan workover dan perawatan sumur minyak. Oleh karena itu, keandalan rig menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasi serta meminimalkan risiko downtime dan gangguan produksi.

Penerapan Preventive dan Corrective Maintenance
Pendekatan
preventive maintenance dilakukan melalui inspeksi harian, pengecekan sistem
hidrolik, penyetelan sistem pengereman, serta pemeriksaan komponen drivetrain
seperti axle dan gardan. Langkah ini bertujuan mendeteksi potensi kerusakan
sejak dini agar dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kegagalan yang lebih
besar. Sementara itu, corrective maintenance diterapkan pada komponen yang
telah mengalami kerusakan, seperti perbaikan gardan belakang, penggantian rotor
seal pada drawworks, serta perbaikan tromol rem yang mengalami keausan.
Penerapan Standar Keselamatan Kerja
Seluruh kegiatan perawatan dilaksanakan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dan standar keselamatan kerja HSSE yang berlaku di lingkungan industri migas. Setiap aktivitas diawali dengan safety briefing serta penggunaan alat pelindung diri untuk memastikan keselamatan kerja tetap terjaga.

Dampak Positif bagi Mahasiswa dan Industri
Hasil kegiatan magang menunjukkan bahwa penerapan manajemen perawatan yang terstruktur mampu meningkatkan keandalan Mobile Rig H 35 KD serta menekan potensi downtime operasional. Selain memperoleh pengalaman teknis, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman nyata mengenai budaya kerja profesional, manajemen aset, dan pentingnya keselamatan kerja.

Komitmen UNESA dalam Pembelajaran Berbasis Industri
Melalui program
magang industri ini, UNESA terus mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan
teori perkuliahan dengan praktik lapangan. Pengalaman ini diharapkan menjadi
bekal kompetensi bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sekaligus
memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri energi nasional.