Proses Manufaktur Support Frame (Super Screen) di PT. PAL Indonesia
Magang industri merupakan bagian penting dalam pendidikan tinggi karena memberikan ruang pembelajaran berbasis praktik yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh di ruang kelas. Melalui magang, mahasiswa didorong untuk memahami penerapan ilmu secara nyata, membangun etos kerja profesional, serta mengenali standar keselamatan dan kualitas yang berlaku di industri. Pengalaman ini menjadi jembatan antara teori akademik dan kebutuhan kompetensi dunia kerja, khususnya pada bidang teknik yang menuntut ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan kerja yang dinamis.
Kegiatan magang dilaksanakan di PT. PAL Indonesia (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang industri perkapalan dan rekayasa maritim. Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam pembangunan industri nasional, tidak hanya melalui produksi kapal, tetapi juga melalui pengembangan produk rekayasa umum untuk sektor energi dan pertambangan. Lingkungan kerja PT. PAL Indonesia mencerminkan standar industri berskala besar dengan penerapan sistem manajemen mutu, keselamatan kerja, serta budaya kerja profesional yang terstruktur.
Dalam pelaksanaan magang, mahasiswa ditempatkan pada Divisi Rekayasa Umum, khususnya di Departemen Permesinan dan Perakitan. Unit kerja ini bertanggung jawab terhadap proses manufaktur dan perakitan komponen industri non-kapal yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pengendalian kualitas yang ketat. Peran mahasiswa bersifat partisipatif dan observatif, di mana keterlibatan dilakukan secara langsung dalam kegiatan operasional dengan pendampingan pembimbing lapangan, sekaligus mengamati alur kerja dan standar teknis yang diterapkan.
Fokus utama kegiatan magang adalah keterlibatan dalam proses manufaktur Support Frame Super Screen, yaitu rangka pendukung sistem penyaringan material yang digunakan pada industri pertambangan. Komponen ini memiliki fungsi struktural penting karena harus menahan beban dinamis dan getaran selama proses operasi. Oleh karena itu, proses pembuatannya menuntut ketepatan dimensi, kesesuaian material, serta ketelitian dalam perakitan agar struktur yang dihasilkan aman dan andal saat digunakan.

Proses kerja manufaktur dimulai dari persiapan dan pengukuran material, dilanjutkan dengan proses permesinan seperti pemotongan dan pengeboran untuk mencapai dimensi sesuai gambar kerja. Tahapan berikutnya adalah fit up dan perakitan awal guna memastikan kesesuaian antar komponen sebelum dilakukan pengelasan. Seluruh rangkaian pekerjaan dilakukan dengan mengacu pada prosedur kerja yang telah ditetapkan perusahaan, sehingga setiap tahapan dapat dikendalikan dari sisi kualitas, waktu, dan keselamatan.
Aspek keselamatan dan profesionalisme menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan magang. Sebelum terlibat dalam pekerjaan teknis, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta identifikasi potensi bahaya di area kerja. Penerapan budaya keselamatan ini membentuk kesadaran bahwa produktivitas industri harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap tenaga kerja dan lingkungan kerja yang aman.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pembelajaran yang komprehensif mengenai penerapan ilmu Teknik Mesin di lingkungan industri nyata. Selain meningkatkan pemahaman teknis terkait proses manufaktur dan perakitan, magang juga membentuk sikap profesional seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim. Pengalaman ini memberikan manfaat jangka panjang sebagai bekal kesiapan memasuki dunia kerja serta memperkuat relevansi antara pendidikan akademik dan kebutuhan industri.
Penulis:
Muhammad Arrayan Fiqri Saputra
NIM: 23050754124
Program Studi S1 Teknik Mesin
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya