Tingkatkan Efisiensi Pemotongan Pipa Besi di PT Master Artha Kharisma
PT
Master Artha Kharisma yang berlokasi di Jalan Raya Pakal No. 1, Pakal,
Surabaya, merupakan perusahaan karoseri yang bergerak di bidang pembuatan
berbagai jenis kendaraan khusus, seperti wing box, box besi, box aluminium,
tangki, trailer, hingga dump truck heavy duty. Dalam mendukung proses
produksinya, perusahaan memanfaatkan berbagai mesin fabrikasi, salah satunya mesin
bubut (lathe machine) untuk pemotongan Pipa besi.
Mahasiswa
Program Studi S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
(UNESA), Muhammad Sony Tandjung, melaksanakan kegiatan Magang Industri melalui
Program Mobilitas Akademik di PT Master Artha Kharisma. Kegiatan ini
berlangsung selama kurang lebih empat bulan, mulai 4 Agustus hingga 29 November
2025, dengan tujuan memberikan pengalaman kerja nyata serta mengaplikasikan
ilmu perkuliahan di dunia industri.
Kegiatan
Magang Industri di PT Master Artha Kharisma
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas produksi, khususnya pada proses pemotongan pipa besi menggunakan mesin bubut. Kegiatan ini mencakup pengamatan alur kerja, pengoperasian mesin, serta evaluasi hasil pemotongan guna meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
Observasi
Proses Pemotongan Pipa Besi
Mahasiswa
melakukan observasi terhadap tahapan pemotongan pipa besi, mulai dari penyiapan
material, penentuan panjang potong, hingga proses pemotongan menggunakan mesin
bubut. Observasi ini bertujuan untuk memahami karakteristik mesin, parameter
pemotongan, serta permasalahan yang sering muncul selama proses produksi
berlangsung.
Analisis
Parameter Pemotongan
Berdasarkan
hasil pengamatan, ditemukan bahwa pengaturan parameter pemotongan seperti
kecepatan putar mesin (RPM), feeding, dan kedalaman potong sangat berpengaruh
terhadap waktu proses, kualitas hasil potong, serta efisiensi produksi. Oleh
karena itu, mahasiswa mengangkat topik laporan akhir magang berjudul “Analisis
Proses Pemotongan Pipa Besi Menggunakan Mesin Bubut (Lathe Machine)
untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi di PT Master Artha Kharisma.”
Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pemotongan pada beberapa variasi parameter mesin. Dari hasil kegiatan tersebut, diketahui bahwa pengaturan parameter yang tepat mampu meningkatkan jumlah potongan, mempercepat waktu pemotongan, serta mengurangi risiko kerusakan pahat.

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Selain kegiatan teknis, mahasiswa juga dibekali dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti wearpack, sepatu safety, dan kacamata pelindung menjadi kewajiban selama berada di area permesinan guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Kesimpulan
Melalui
kegiatan Magang Industri ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang
sangat bermanfaat dalam memahami proses pemotongan pipa besi menggunakan mesin
bubut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa,
tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dalam upaya
peningkatan efisiensi proses produksi.