Apa Itu Hukum Coulomb? Dari Konsep hingga Penerapannya

Sumber:
https://idschool.net/smp/rumus-pada-hukum-coulomb/
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai fenomena listrik statis, seperti
balon yang dapat menempel di dinding setelah digosok atau rambut yang berdiri
akibat terjadi listrik statistik. Fenomena tersebut terjadi karena adanya
muatan listrik, muatan yaitu muatan positif dan muatan negatif, yang saling
berinteraksi dan menghasilkan gaya listrik. Interaksi inilah yang kemudian
dijelaskan dalam Hukum Coulomb. Pemahaman terhadap hukum ini sangat penting
karena menjadi dasar bagi berbagai konsep dan penerapan kelistrikan dalam
kehidupan sehari-hari.
Hukum
Coulomb pertama kali ditemukan oleh ahli fisika asal Perancis yang bernama
Charles Augustin de Coulomb melalui eksperimen menggunakan neraca puntir
(torsion balance). Coulomb melakukan penelitan mengenai gaya yang ditimbulkan
oleh dua benda yang diberi muatan listrik dan dipisahkan oleh jarak tertentu. Hukum
Coulomb pada dasarnya menyatakan bahwa interaksi muatan listrik yang sejenis
akan tolak-menolak, sedangkan muatan yang berlainan jenis akan tarik-menarik .
Hukum Coulomb menyatakan:
“Besar gaya listrik antara dua muatan titik
berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatan tersebut dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.”
Secara matematis, besar gaya Coulomb antar dua muatan listrik dapat ditentukan menggunakan rumus berikut ini:

Jenis inetraksi pada muatan:
- Muatan sejenis
tolak-menolak (positif dengan positif, negatif dengan negatif)
- Muatan tidak sejenis tarik-menarik (positif dengan negatif
Arah Gaya Listrik: Gaya bekerja sepanjang garis penghubung kedua muatan
Hukum Coulomb banyak digunakan dalam berbagai bidang,
antara lain:
- Printer
laser & mesin fotokopi → memanfaatkan gaya tarik muatan listrik
- Kapasitor
→ menyimpan energi listrik
- Fenomena
listrik statis → seperti balon menempel di dinding
- Teknologi elektrostatik → pengecatan mobil
Oleh: AILEEN GLADYS